Jumat, 04 November 2011

Magelang (Jumat, 04.11.2011)

Hujan deras dikawasan puncak gunung Merapi mengakibatkan terjadinya banjir lahar dingin yang menerjang sungai Putih di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis sore.

Kejadian ini membuat pengguna jalan panik dan jalur utama Magelang - Yogyakarta sempat ditutup selama satu setengah jam.

Kepanikan para pengguna jalan di ruas utama Magelang - Yogyakarta ini terjadi Kamis sore saat wilayah ini diterjang banjir lahar dingin.

Banjir lahar dingin Gunung Merapi ini menerjang jembatan sungai Putih di jalan raya Magelang - Yogya sepanjang KM 23.

Banjir juga sempat meluap ke badan jalan.Volume banjir lahar dingin kali ini terpantau sedang dengan membawa air bercampur material pasir dan batu. Akibat kejadian ini, jalur Magelang - Yogyakarta terpaksa ditutup guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Rabu, 02 November 2011

Pemprov DKI Akan Tutup Semua Gorong-Gorong.

Jakarta - (Selasa, 01.11.2011).

Proyek galian dan pemasangan gorong-gorong disepanjang Jalan Jenderal Sudiman, Jakarta Pusat selama ini dikeluhkan banyak warga ibukota terutama pengendara yang merasa terkena dampak kemacetan yang ditimbulkan. Karena itu menjelang pelaksanaan Sea Games yang tinggal 10 hari lagi, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menghentikan sementara pengerjaan proyek ini.

Bagi Tri, berkendaraan di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta merupakan pekerjaan yang cukup mengesalkan. Pasalnya selain dihadang kemacetan, ia pun harus berhati-hati karena beresiko terperosok di proyek gorong-gorong. Akibat pembangunan gorong-gorong, Jalan Jenderal Sudirman menjadi sempit dan berbahaya. Tri yang berprofesi sebagai kurir tak punya pilihan, ia harus melewati Jalan Sudirman demi pekerjaannya.

Tri bukan satu-satunya yang mengeluhkan kondisi Jalan Sudirman tersebut. Beberapa pengendara juga mengakui harus tetap waspada ketika melewati jalan protokol tersebut.

Ke khawatirkan para pengendara ini bisa dimaklumi. Pasalnya proyek gorong-gorong ini telah menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor. Seperti yang terjadi Selasa pagi menimpa seorang pengendara motor yang terjatuh akibat bersenggolan dengan sesama pengendara lain. Selain itu, akibat pengerjaan gorong-gorong sejumlah pejalan kaki terpaksa berjalan di tengah bahu jalan utama yang beresiko tinggi ditengah padatnya lalu lintas kendaraan.

Untuk mengatasi ini, Ditlantas Polda Metro Jaya akan menerjunkan personilnya untuk berjaga-jaga dan menambah marka jalan. Pengerjaan proyek galian gorong-gorong disepanjang Jalan Sudirman, Jakarta sampai hari ini masih terus dilakukan.

Namun mulai tanggal 9 hingga 22 November mendatang, pengerjaan gorong-gorong ini akan dihentikan. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Dwi Sigit Nurmantyas menjelaskan, pengerjaan hanya dihentikan sementara untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pelaksanaan Sea Games nanti. Selanjutnya agar tidak menganggu lalu lintas, gorong-ogorong ini nanti akan ditutup dengan plat baja yang dapat dilintasi kendaraan.

Pengerjaan gorong-gorong beberapa hari terakhir semakin menambah kemacetan arus lalu lintas di Jalan Sudirman.

Gubernur NTT Pimpin Masyarakat Dukung Komodo.

Kupang - (Selasa, 01.11.2011) 10 hari menjelang pengumuman nominasi 7 keajaiban dunia pemerintah Nusa Tenggara Timur dipimpin langsung Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya Selasa pagi mengajak seluruh masyarakat NTT mendukung melalui pemberian suara bagi komodo, hewan langka yang habibatnya ada di pulau Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya Selasa pagi usai melakukan jalan santai bersama di alun-alun rumah dinasnya, mengajak seluruh jajaran muspida NTT melakukan vote perdana untuk mendukung komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia.

Gubernur mengajak masyarakat NTT dan seluruh rakyat Indonesia umumnya mendukung langkah ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus promosi komodo menjadi salah satu keajaiban dunia. Menurut gubernur, dukungan ini diperlukan karena untuk mencapai keinginan itu, komodo harus mendapatkan dukungan minimal 120 juta suara lewat sms dan bersaing dengan 27 nominator lainnya.

Komodo merupakan binatang purba yang habibatnya hanya ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Komodo Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Hewan purba ini mendiami daratan seluas 1,8 kilometer persegi dan saat ini jumlahnya sekitar 1.300 ekor komodo. Komodo menjadi finalis New 7 Wonders of Nature sudah sejak 2 tahun lalu Bahkan pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata sempat menarik diri menganggap new 7 wonders sebagai pihak yang tidak kredibel. Kini komodo kembali masuk nominator dan membutuhkan dukungan masyarakat di tanah air.

Kekerasan Terhadap Anak Bisa Membuat Anak Trauma.

Awal tahun 2010 kita dikejutkan oleh peristiwa kekerasan terhadap anak secara beruntun. Di Depok Jawa Barat seorang guru ngaji menyiksa 3 santrinya dengan air keras. Di Jakarta Utara seorang homosek dan paedofil telah memutilasi 3 anak. Di Tangerang seorang Ibu membekap bayinya yang berusia 9 bulan hingga tewas. Terakhir, KPAI menerima laporan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru Sekolah Dasar di Jakarta Selatan, terhadap seorang siswanya sehingga korban merasa trauma dan tidak mau masuk sekolah. Sebelumnya diberitakan seorang bayi di Semarang hilang diculik dari Rumah Sakit daerah, demikian juga seorang bayi lainnya diculik dari Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat.

Kekerasan terhadap anak rupanya tidak pernah berhenti dan sulit dihentikan. Fenomena ini bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga terjadi di seluruh Negara di dunia. Pada bulan oktober 2006, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan hasil Studi tentang Kekerasan terhadap Anak, yang mengungkapkan skala berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak di seluruh dunia terus meningkat, sehingga PBB menyerukan penguatan komitmen dan aksi di tingkat nasional dan lokal oleh semua Kepala Negara.

Kekerasan Pada Anak Cenderung meningkat

Di Indonesia sendiri, angka-angka kekerasan terhadap anak tidak pernah menunjukkan angka menurun, kecenderungannya selalu meningkat, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Angka pastinya sulit diperoleh karena banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan, terutama apabila kekerasan tersebut terjadi di rumah tangga. Banyak masyarakat menganggap, kekerasan di rumah tangga adalah urusan domestik, sehingga tidak selayaknya orang luar, aparat hukum sekali pun ikut campur tangan.

Beberapa data yang terserak bisa menjadi gambaran betapa eskalatifnya kekerasan terhadap anak di tanah air. World Vision yang melakukan pendataan ke berbagai daerah menemukan angka 1.891 kasus kekerasan selama tahun 2009, pada tahun 2008 hanya ada 1600. Kompilasi dari 9 surat kabar Nasional menemukan angka 670 kekerasan terhadap anak selama tahun 2009, sementara tahun 2008 sebanyak 555 kasus. Sementara Pengaduan langsung ke KPAI tahun 2008 ada 580 kasus dan tahun 2009 ada 595 kasus, belum termasuk Laporan melalui E-mail dan telepon. Dari Bareskrim Polri, selama tahun 2009 terjadi tindak kekerasan terhadap anak sebanyak 621 yang diproses hingga tahap P-21 dan diputus pengadilan.

Karena sulitnya memperoleh data valid dari seluruh tanah air, maka KPAI bersama semua stakeholders bersepakat, utamanya Departemen Kesehatan, mulai tahun 2010, akan menjadikan Puskesmas dan RS sebagai basis data kekerasan terhadap anak. Sebuah lokakarya sedang disiapkan untuk membangun sensitifitas para petugas kesehatan di tempat-tempat pelayanan kesehatan serta membuat mekanisme pelaporan yang cepat dan akurat. Diharapkan, kelak tidak perlu korban lapor, kalau seorang dokter atau petugas Puskesmas mencurigai pasiennya korban kekerasan akan segera melaporkan kepada aparat berwajib, karena banyak anak korban kekerasan tidak berani menyampaikan laporan sebab ia berada dalam tekanan dan ancaman.

Tekanan hidup

Ada kultur kekerasan yang sangat kuat di sebagian masyarakat kita. Anak dilihatnya sebagai miilik mutlak yang harus takluk untuk menggayuh keinginan orang dewasa. Anak menjadi target dalam rangka memenuhi ambisi orang dewasa, dan ketika ia tidak bisa memenuhi anak akan diperlakukan dengan kekerasan. Perlakuan kekerasan terhadap anak ini tidak hanya di rumah, atau komunitas tertentu saja, bahkan di sekolah pun, di mana anak mestinya memperoleh jaminan rasa aman, yang terjadi juga praktek kekerasan. Masih banyak guru menganggap, bahwa kekerasan adalah bagian dari proses pendidikan. Banyak guru lupa, bahkan mungkin tidak tahu, bahwa dasar pendidikan adalah cinta. Jangan mendidik, jangan mengajar, bila gelora hatinya bukan gelora cinta cinta, sebaliknya gelora dendam dan kebencian.

Kedua, modernisasi yang tidak terkendali akan selalu melahirkan kemiskinan kota dengan segala karakternya; meningkatnya angka kriminalitas, prostitusi, dan tekanan hidup. Keempatnya saling berangkai dan saling menjadi sebab dan akibat. Muaranya satu, kekerasan terhadap anak dalam berbagai bentuk seperti; penelantaran, pemekerjaan, perdagangan anak, pelacuran anak, hingga kekeerasan fisik yang menyebabkan penderitaan dan kematian anak.

Ketiga, karakter psikis seseorang. Karakter psikologis akan terekspresikan bila ada media yang mempertemukan dengan kondisi sosial. Untuk kasus Ibu yang membunuh anak di kota-kota besar pada umumnya karena tidak kuatnya menghadapi tekanan hidup. Ekspresi tekanan hidup yang tak tertanggungkan akan selalu dilampiakan kepada orang-orang terdekatnya. Fromm (1970) mengutip hasil studi Sigmund Freud bahwa sesungguhnya dalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling bersaing untuk keluar, yaitu keinginan untuk mencintai dan keingininan untuk membunuh. Seseorang yang memiliki karakter psikis dominan keingian membunuh akan segera terekspresikan ketika ada lingkungan sosial ekonomi yang tidak bisa dihadapi, menekan dirinya, dan jadllah orang-orang di sekitarnya sebagai pelampiasan.

Cara penanggulangan trauma pada anak (urutan dan intensitas sama dengan orang dewasa) walaupun demikian tergantung pada :

Trauma yang berat, sering disertai dengan kerusakan pada beberapa alat tubuh (multiple organ injury) tiba di IRD, nampaknya tak ada reaksi hidup, prognosa buruk walaupun dengan organisasi pelayanan perawatan yang baik. Penderita trauma yang masuk ke IRD, sadar dengan anamnesa trauma yang berat, perlu dirawat oleh dokter ahli dengan pertimbangan yang hati – hati dan saksama. Penderita dengan trauma yang berat, yang nampaknya gambaran klinik yang ringan, sangat mungkin terjadi kelengahan dan perawatan yang salah.

Urgent Treatment segera dikerjakan kalau ada kecurigaan dan mencegah atau mengurangi keadaan yang tiba – tiba menjadi buruk. Trauma tumpul yang menyebabkan multi sistem injury selalu dicurigai sampai terbukti tidak ada kerusakan pada organ – organ tubuh.

Prioritas pemeriksaan dan penanggulangan sama dengan orang dewasa. Walaupun demikian pada anak-anak; trauma/ kekerasan mempunyai bentuk dan jenis trauma tertentu.

Pengobatan segera didasarkan persepsi adanya emergency condition dan pengetahuan tentang prioritas pada penanggulangan anak dengan multiple injury. Sesudah satu trauma yang berat, kondisi yang perlu segera diobati adalah gangguan pernapasan yang menyebabkan oxygenisasi terganggu. Yang dapat dimulai dengan face mask yang dihubungkan dengan resuscitation bag dengan oxygen reservoir dan dengan meningkatkan kadar oxygen. Langkah berikutnya adalah Endo Tracheal Intubasi,Oxygenisasi dan Ventilasi.

Meningkatkan kepedulian terhadap anak

Pertama, harus ada pemahaman bersama dari seluruh komponen masyarakat bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh sebab itu, siapapun, dengan alasan apapun, tidak boleh melakukan kekerasan terhadap anak. Tindak kekerasan kepada anak akan dijerat dengan pasal-pasal ketentuan pidana dalam UU perlindungan anak yang bisa dihukum maksimal hukuman kurungan 15 tahun dan denda Rp 600.000,00.

Kedua, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Kita tidak boleh lagi apriori terhadap jerit tangis anak di rumah tetangga yang tidak wajar, kita boleh lagi apriori misalkan ada tetangga yang mengasuk anak-anak namun menutup diri dari pergaulan tetangga, para dokter dan tenaga medis serta paramedis lainnya tidak bisa lagi apriori manakala ada pasien yang datang dengan keluhan yang mencurigakan, dan sebagainya.

Ketiga, media massa hendaklah tidak mengekspose berita-berita kekerasan tanpa batas. Pemberitaan tanpa visi, hanya mengabdi pada rating dan industri boardcasting serta tiras penerbitan akan mengorbankan masyarakat, khsusunya anak, karena anak akan cepat meniru apa yang dilihatnya tanpa mengetahui akibat dari setiap pilihan tindakan.

Keempat, pengakkan hukum yang tegas oleh aparat penegak hukum. UU Perlindungan Anak sesungguhnya sudah cukup berat dalam ketentuan sanksi kepada para pelaku kekerasan terhadap anak, namun di lapangan sering ketentuan tersebut tidak diterapkan. Banyak aparat hukum yang menjerat pelaku hanya dengan KUHP sehingga hukumannya sangat ringan. Alasannya, polisi belum tahu atas UU Perlindungan Anak, tetapi patut diduga ada permaianan uang dalam kasus-kasus kekerasan terhadap anak, mengingat banyak kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh jaringan mafia dengan kekuatan uang di belakangnya.

Kelima, pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan pemberantasan kemiskinan. Angka-angka indikator makro ekonomi ternyata tidak terasakan oleh lapisan miskin kota. Mereka tetaplah kelompok marginal yang tidak memiliki akses ekonomi dan bentuk-bentuk kesejahteraan lainnya. Mengingat banyaknya kasus kekerasan terhadap anak berlangsung di perkotaan darn dari keluarga miskin, maka saatnya orientasi pemberantasan kemiskinan di perkotaan memperoleh perhatian lebih, dengan metode yang tepat, dan simpul-simpul penentu kebijakan yang mudah diakses oleh mereka.

RESENSI FILM AYAT-AYAT CINTA.

Film Ayat-Ayat Cinta buah dari karya tangan dingin anak bangsa Hanung Bramantyo.

Film ini,Walaupun tak dibumbui dengan nyanyian dan goyangan aduhai tapi film ini terasa sekali dengan film-film dari negeri Paman Thakur itu. Terkesan simbol film Hindi terasa dan terlihat. Baik dari setting pemandangannya serta mengambil shot-shot yang sering kali saya lihat di film-film lain nya.

Bukan itu saja di film ituBaik dari kisah cinta sejati (soulmate), kisah anak kepada orangtuanya, dramatis, melankolis dan sentimentil serta ada konfli Memang film ini beda dengan film-film sebelumnya dari sutradara yang bernama asli Setiawan Hanung Bramantyo (lahir di Yogyakarta pada 1 Oktober 1975).

dia adalah seorang sutradara asal Indonesia. Sutradara Terbaik lewat film arahannya, Brownies tahun 2005 (untuk Piala Citra - film layar lebar). Ia juga dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik untuk film cerita lepasnya, Sayekti dan Hanafi, namun yang kemudian mendapatkan penghargaan adalah Guntur Soehardjanto. Pada Festival Film Indonesia 2007 ia kembali terpilih sebagai Sutradara Terbaik melalui film Get Married. Diantara fil-film yang mebedakan dari film tersebut adalah Get Married (2007) Legenda Sundel Bolong (2007) Kamulah Satu-Satunya (2007) Lentera Merah (2006) Jomblo (2006) Sayekti dan Hanafi (TV) (2005) Catatan Akhir Sekolah (2005), Brownies (2005) Film ini terkesan beda k-- kadang bisa di tebak saat pas di ending-nya Ya, begitulah yang saya lihat dari keseluruhan usai melihat film ini.

saya melihat film ini terkesan mau cepat jadi tidak dilihat secara mendetail. Apalagi ketika tokoh utama ketiga, bernama Maria. Ketiak tokoh ini memasuki "dunia barunya" yakni memeluk Islam. Terlihat sangat terburu-buru dan kurang melihat keganjalan. Bukankah Maria sudah masuk Islam? Seharusnya tanda--maaf--salib di tangannya itu seharusnya terhapuskan. Jangan terlihat ditonjolkan saat darah segar keluar dari hidungnya Maria. Entahlah, apakah memang tidak mengetahuinya atau memang seperti keadaanya.

Hal ini juga terlihat ketika ada adegan-adegan seharusnya tidak pertontonkan malah dipertontonkan. Seperti ketika Fahri sedang memadu kasih dengan mahramnya--Aisyah di pelaminan.

Tapi ada yang yamg membuat saya bangga dengan film Hanung kali ini. Yakni mengenai tata cahaya (lighting-nya) dan visual gambarnya sungguih amazing saya katakana—tidak terlepas seperti saya katakn tadi sebelumnya. Seperti saya menonton film-film Hindi Sungguh sangat bagus Hanung menggambarkan keadaan kota Mesir. Baik dari sungai Nilnya ketika Maria menulis sebuah curhatan dirinya tentang Fahri yang tiba-tiba keluar darah dari hidungnya. Serta kubah mesjid yang diatasnya terdapat seekor burung menambah eloknya gambar film itu. Ditambah lagi ketika saat ending kematian Maria dimana Fahri bergandengan tangan Aisyah di padang pasir yang panas sekali sungguh membuat akhir dari film itu

Adapun nama-nama pemain/actor uama dalam film ayat-ayat cinta tersebut:

Fahri Bin Abdullah Shiddiq

Maria

Aisha

Noura

Nurul Azkiya

Ini lah sekilas refrensi dari film di tanah air kita,yang menurut saya film ini sanagat lah bagus,mendidik dan banyak mengandung pengalaman serta pengetahuan.